Monday, 27 September 2010

orang ketiga


apa rasanya jadi orang ketiga? hmm...

saya pernah jadi orang ketiga. ya, orang ketiga dalam hubungan orang lain. apa rasanya? i"ll tell you...

siapa yang mau jadi orang ketiga? well, pasti gak ada kan? saya pun gak pernah kepikiran ada di posisi itu. di posisi sebagai wanita kedua, alias orang ketiga dalam hubungan seseorang.

jadi orang ketiga itu gak enak. percaya deh, gak enak banget. paling gak itu yang saya rasain. awalnya, ketika saya sadar bahwa saya adalah orang ketiga, saya bersiap-siap untuk mundur dengan terhormat. saya persilahkan dia (si lelaki itu) untuk pergi, kembali sama pasangannya. sepenuh hati saya lepasin dia. tapi ternyata, pada akhirnya, emang gak semudah yang diniatkan. dia emang sempet mau pergi, tapi kemudian dia datang lagi. bahkan, kembalinya dia menumbuhkan harapan yang baru di hati saya. ya, dia kembali buat saya, buat memilih saya.

lega? pasti. karna pada akhirnya, saya punya status yang lebih terhormat daripada sekedar jadi orang ketiga. walaupun dulu dia pernah bercanda sih, saya pacar ketiganya dia setelah motor dan laptop...*ah,jadi inget gombalannya..hush*

tapi ternyata, saya salah. perasaan bahagia setengah mati sepenuh hati yang saya punya itu, gak bertahan lama. karna pada akhirnya, dia ninggalin saya. ya, he leaves me bad. dia ninggalin saya dan kembali sama perempuannya.

kecewa? tentu saja. karna pada awal dia memutuskan untuk memilih saya, dengan gagahnya dia bilang bahwa dia yakin sama keputusannya itu. dan sampe sekarang saya gak pernah tahu apa yang membuat dia pada akhirnya mengingkari keputusannya sendiri. dan dengan tanpa dosanya, dia pun berkata : 'aku kan gak pernah janjiin kamu apa2..."
syok, kaget, bingung, sedih, marah, kecewa...gak tau lagi deh gimana rasanya. mau marah rasanya, mau nangis, bahkan kalo bisa nangis darah, saya mungkin bakal nangis darah...*lebay*

dan akhirnya, saya pun merelakan dia pergi. kembali sama perempuannya yang menurut dia, udah hampir dua tahun dia pacarin. kembali ke perempuannya yang pernah dia tinggalin untuk bersama saya.

dan pada akhirnya pula saya sadar, mau diputer-puter kayak gimana juga, mungkin emang saya yang salah. saya jatuh cinta pada orang yang salah, pada waktu yang salah, dan pada situasi yang salah. harusnya saya tahu, dia gak pernah bener2 mau bersama saya dan meninggalkan perempuannya. saya cuma jadi pelabuhan, yang sewaktu-waktu akan dia tinggalkan karna dia harus kembali pulang.

sedih? pastilah. apalagi kalo yang namanya perasaan, siapa yang memaksanya buat berhenti menyayangi? tapi life must go on kan? whatever happened, semuanya membawa pelajaran tersendiri buat saya. intinya sih, jangan mau jadi orang ketiga, untuk mencegahnya, jangan jatuh cinta sama pacar orang :)


after all the heart's mess, 060910, 19.27

No comments:

Post a Comment