Monday, 27 September 2010

surat buat kamu.


mungkin surat ini gak akan pernah nyampe ke kamu..karna aku juga mungkin gak akan mengirimkannya buat kamu... ini cuma tulisan biasa kok, tentang apa yang aku rasain slama ini tentang kamu...

jujur, slama ini aku masih gak ngerti kenapa kamu pergi. walaupun kamu udah bilang alasannya sama aku, tapi tetep aja aku gak paham sama alasan kamu itu. menurut aku, alasan kamu klise, gak logis, gak rasional.

kamu aneh. dulu kamu yang minta aku buat tetap sama kamu, kamu juga yang bilang sendiri sama aku kalo kamu yakin akan keputusan kamu untuk memilih aku. dan kamu emang bener2 aneh, karna setelah smua komitmen yang kamu bilang itu, tiba2 aja kamu ragu sendiri. aneh kan kamu?

kamu harus tahu, ketika aku mengiyakan untuk menerima kamu, aku buat komitmen sama dirku sendiri. untuk menerima kamu apa adanya, secara utuh dengan segala kekurangan dan kelebihan kamu. dan aku juga janji, bahwa walaupun aku gak menemukan apa yang aku cari sama diri kamu, aku gak mau dan gak akan mencari kompensasinya dari diri orang lain. dan bukankah memang seharusnya begitu ya cara yang tepat buat menyayangi seseorang?

aku jalani semuanya sama kamu. susah, seneng, kita lewatin semuanya dengan sangat baik kan? pernahkah aku ninggalin kamu saat kamu butuh aku? pernahkah aku gak kasih kamu solusi tiap kamu punya masalah berat? aku tahu, gak seharusnya aku memunculkan pertanyaan egois macam ini ke kamu. karna itu sama aja dengan pamrih. tapi aku ga maksud untuk pamrih kok, aku cuma mau kamu berpikir aja bahwa keputusan kamu untuk pergi bukanlah keputusan yang terbaik untuk kita. jauh di lubuk hati ku yang terdalam, aku gak pernah sedikit pun berpikir bahwa kamu akan mengecewakan aku. tapi kenyataannya, di perjalanan kita, kamu kayak orang yang kehilangan kompas. bingung sama keputusan sendiri. terus tiba2 kamu ninggalin aku begitu aja di tengah jalan, kebingungan. sedangkan kamu, di saat yang sama, kamu berpikir untuk mengambil jalan lain, dengan rekan seperjalanan yang lain pula. dan tinggallah aku yang kebingungan karna harus meneruskan perjalanan sendirian.


****, aku tahu mungkin kamu gak menemukan apa yang kamu cari di aku. tapi gak bisakah kamu mencoba untuk menerimanya tanpa harus mencari kompensasinya ke diri perempuan lain?


aku masih sangat ingat waktu kamu bilang kamu mau fokus sama keluarga kamu, makanya kamu gak bisa memilih siapa2 waktu itu. dan aku menerima itu tanpa ada niat untuk menggugatnya sekalipun. tapi terus kenyataannya ternyata beda, gak lama setelah keputusan itu, aku ngeliat kamu kirim sesuatu di wall perempuan itu, dan aku tahu bahwa itu bukan sekedar wall biasa. itu wall yang istimewa kan? trus, mana yang kamu bilang fokus ke keluarga? mau bilang apa lagi? aku kecewa, sangat sangat kecewa. aku slama ini berusaha percaya dan positive thinking sama kamu, tapi ternyata aku salah. aku gak ngerti gimana lagi caranya mendeskripsikan rasa kecewa aku sama kamu waktu itu.

kamu dulu sempat bilang maaf. tapi kamu harus tahu, ini gak semata-mata tentang maaf. ini tentang banyak hal. ya, banyak hal yang rusak. kepercayaan, keyakinan, kebahagiaan, dan masih banyak lagi yang hancur. dan itu ga cukup cuma "maaf". aku punya banyak ratusan bahkan ribuan kata maaf yang bisa sewaktu-waktu aku kasih untuk siapapun. tapi aku udah bilang, ini bukan cuma sekedar tentang maaf memaafkan.

kadang aku berharap kamu berinisiatif untuk bertanya tentang keadaanku sekarang. keadaan hatiku tepatnya. tapi trus aku berpikir lagi, untuk apa? ya, untuk apa kamu menyanyakan itu? menanyakan aku yang terluka, menanyakan lukaku. untuk apa? karna seribu kali pun kamu bertanya, kamu gak akan bisa mengobatinya. karna luka ini, gak bisa diobati dan bukan untuk diobati. karna luka ini gak seharusnya ada.

ya, aku menyebutnya sebagai luka yang tak seharusnya ada. karna memang luka ini mungkin gak akan pernah ada kalo kamu gak menorehkannya disini.

tapi aku mungkin juga harus berterima kasih sama kamu, karna kamu udah mengajarkan aku banyak hal. salah satunya tentang kejujuran dan kesetiaan. dari kamu, aku belajar bahwa kejujuran itu sangat penting dalam bentuk hubungan apapun. dan kesetiaan adalah modal utama untuk mempertahankan hubungan agar tetap utuh.

aku tau, hubungan kita sekarang memang tetap baik. komunikasi kita baik. kalau kamu mau tahu kenapa sekarang aku bisa sebaik ini sama kamu setelah apa yang kamu lakukan ke aku, jawabannya adalah karna aku sayang kamu. ya, aku masih sayang sama kamu. tapi aku gak pernah berharap kamu kembali lagi sama aku. karna aku tahu, untuk saat ini, kondisi ini adalah kondisi yang terbaik untuk kita. kita hanya perlu ikhlas buat menjalani semuanya. karna kita gak tahu kan Allah punya rencana apalagi buat kita. lagipula, aku slalu percaya sama ungkapan yang bilang: "if you love someone, let them go. for if they return, they were always yours. but if they don't, they never were". ya, aku sangat percaya bahwa apapun keadannya sekarang, ini yang terbaik untuk kita.


~my room, 010710~ 00.33

2 comments:

  1. ya allah mbak ...
    ni bener2 sama apa yang aku rasain,,,ya meskipun aku masih kuliah,,,tetapi aku berharapa dalam menjalin hbgan dengan seseorang menuju ke arah yg serius...hiks..

    jadi inget mantanku..aku masih sayang kamu T-T

    ReplyDelete
  2. hai mbak...maaf ya, baru liat commentnya nih..
    iya, sedih emang, tp gtetep harus kuat, gak ada gunanya menahan org untuk tetap tinggal kalo orang itu ngotot untuk pergi, capek hati...

    semangat mbak :))

    ReplyDelete